Implementasi program wajib belajar bagi anak usia 7-12 tahun termasuk anak  berkebutuhan khusus, maka dibutuhkan tenaga pendidikan khusus bagi anak-anak penyandang hambatan fisik dan/atau mental. Berkaitan dengan hal tersebut, IKIP Malang (sekarang UM) merasa terpanggil untuk menyediakan tenaga pendidik yang profesional di bidang anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk itu, pada tahun 1984/1985 IKIP Malang mulai menerima tenaga fungsional dosen berkualifikasi Pendidikan Luar Biasa. Mengingat pada saat itu belum terdapat jurusan/prodi PLB, dosen-dosen tersebut diperbantukan pada jurusan Kurikulum & Teknologi Pendidikan serta diberi wewenang untuk membuka program minor PLB bagi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan pendidikan anak berkelainan atau berkebutuhan khusus, yang ditandai dengan banyaknya pendirian lembaga pendidikan formal maupun non formal untuk memberikan layanan kepada anak berkebutuhan khusus, berdampak pada konsekuensi kebutuhan SDM profesional di bidang Pendidikan Luar Biasa juga kian meningkat. Atas dasar itulah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki wewenang untuk menyediakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan  profesional sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Undang-undang Guru dan Dosen, serta peraturan Badan Standar Nasional Profesi, maka mulai tahun akademik 2010/2011 dibuka Program Studi  S1 Pendidikan Luar Biasa, serta menugaskan Prof. Dr. Mohammad Efendi M.Pd, M.Kes sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Luar Biasa yang pertama, sebagai bentuk apresiasi atas upayanya mengembangkan Program Studi ini.
Mempertimbangkan arah gerak pengembangan kapasitas kelembagaan ke depan, berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 881/UN32/DT/2014 tanggal 14 Agustus 2014 tentang  Peningkatan Status Program Studi Pendidikan Luar Biasa, yang semula dibawah Koordinasi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah (KSDP) ditingkatkan menjadi Jurusan Pendidikan Luar Biasa yang  mandiri.