Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) khususnya kelas kerjasama dengan Kepulauan Riau yang berjumlah 10 (sepuluh) mahasiswa pada tanggal 29 April sampai tanggal 3 Mei 2016 berkesempatan untuk mengikuti Studi Budaya yang dilaksanakan oleh Biro Humas dan Kerjasama Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini  didampingi langsung oleh Kabag Kerjasama Dra. Aminarti S. Wahyuni, Kasubag Kerjasama Dra. Sugiarti, M.M., dan Staf kerjasama Nurmaida Sirait , S.H. dan Joko Wiyono. Dari perwakilan Jurusan Pendidikan Luar Biasa pendamping yang ditugaskan yaitu Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd selaku Ketua Lab PLB dan Eko BP, S.Pd staf jurusan PLB.

Tujuan studi budaya mahasiswa kerjasama kali ini adalah ke Kota Kembang Bandung. Rombongan berangkat dari stasiun Kota Baru Malang pada hari Jum’at tanggal 29 April 2016  pukul 15.30 WIB dengan menggunakan kereta api MALABAR. Mahasiswa sangat menikmati sekali selama perjalanan didalam kereta, bahkan ada beberapa mahasiswa yang menyampaikan ini adalah kesan pertama kali mereka naik kereta api karena di daerah asalnya masih belum ada transportasi seperti ini mengingat daerah mereka adalah daerah kepulauan. Setelah menempuh 15 jam lamanya digerbong kereta api, tibalah rombongan di stasiun Bandung pada pukul 08.30 WIB. Sesampainya di stasiun sudah siap travel dan pemandu yang selama perjalanan menuju hotel dengan senang hati dan ramah menjelaskan asal mula kota Bandung. Kurang lebih selama 30 menit perjalanan sampailah rombongan di salah satu Hotel yang terkenal di daerah Cihampelas Kota Bandung yaitu Hotel Amaris. Rombongan dipersilahkan untuk transit sementara menaruh barang bawaan dan mandi untuk persiapan studi budaya ketempat yang sudah direncanakan.

Tujuan pertama studi budaya kali ini adalah salah satu kampus yang terkenal di Bandung yaitu Universitas Pendidikan Indonesia dan dilanjutkan makan siang di rumah makan didaerah Lembang. Di sela – sela makan siang Kabag Kerjasama Universitas Negeri Malang Dra. Aminarti S. Wahyuni menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa kerjasama Kepulauan Riau karena selama 8 semester mereka ada di Universitas Negeri Malang khususnya di Jurusan PLB kurang diperhatikan karena adanya miss komunikasi dan peralihan dari pejabat yang lama. Beliau juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Jurusan PLB FIP UM yang selama ini telah mendidik mahasiswa tanpa pamrih sehingga mereka semua sudah hampir bisa menyelesaikan tugas akhir mereka yaitu menyusun skripsi.

Di akhir dialog kabag kerjasama menyarankan agar mahasiswa terus rajin belajar dan menambah keterampilan dan kemampuannya khususnya dibidang bahasa inggris agar kelak mereka nanti jika lulus bisa memperoleh beasiswa LPDP. Dijelaskan sekilas bahwa beasiswa LPDP ini merupakan beasiswa yang sangat menjanjikan bagi mahasiswa yang bisa lolos seleksi baik dari segi materi ataupun kualitas pendidikan nantinya. Untuk memperoleh beasiswa ini mahasiswa harus mempunyai keterampilan berbahasa inggris diatas rata – rata dan mereka juga harus bersabar karena proses seleksinya berlangsung lama dan sangat ketat. Setelah lama diskusi dengan mahasiswa acara dilanjutkan ke tempat berikutnya yaitu Farm House yang terkenal dengan rumah Hobbitnya. Mahasiswa bisa menikmati nuansa vintage dan berselfie – selfie di taman bunga nan indah dan luas. Tidak ketinggal juga mereka yang perempuan menyewa baju ala Noni – noni Belanda untuk mempercantik penampilan. Puas di Farm House acara dilanjutkan dengan makan malam dan menuju hotel tempat menginap untuk beristirahat.

Hari ke 2 (dua) studi budaya dilakukan dengan mengunjungi Gedung Konferensi Asia Afrika  (KAA) Bandung, disana mereka dipandu oleh petugas musem yang menceritakan asal mula KAA dan Negara – Negara yang ikut serta pada waktu itu. Tidak lengkap rasanya kalau ke Kota Bandung tidak berbelanja Fashion, dari gedung KAA rombongan diajak mampir ke Faktory Outlet yang berada di jalan Riau. Disana mahasiswa dipersilahkan untuk berbelanja dengan durasi waktu yang telah ditentukan karena masih ada 2 lokasi lagi yang harus dikunjungi. Puas berbelanja rombongan diajak untuk makan siang dan lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Saung Angkulung Wa Ujo Bandung yang terkenal dengan pertujukan angklungnya. Disana mereka disuguhi atraksi dari anak – anak kecil yang sudah pandai memainkan angklung. Angklung adalah satu budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak tahun 2012. Mahasiwa juga langsung diajari bermain angklung dengan terlebih dahulu mengenal tanda nada yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa terciptalah semua lagu – lagu baik itu lagu nasional, pop dan bahkan lagu – lagu barat sekalipun bisa dimainkan dengan angklung. Puas bermain angklung rombongan di ajak ke tujuan yang terakhir yaitu ke Trans Studio Bandung. Di tempat ini mahasiswa dipersilahkan bermain di 19 wahana yang sudah disediakan. Puas dari Trans Studio Bandung mahasiswa di antarkan ke hotel untuk beristirahat.

Hari ke Tiga atau hari terakhir di Kota Bandung mahasiswa diajak untuk mencari oleh – oleh makanan khas kota Bandung di Kurnia Sari dan dilanjutkan dengan berbelanja di Pasar Baru. Puas mencari oleh – oleh dan berbelanja mereka menuju stasiun untuk kembali lagi ke Kota Malang. (EBP)