PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BATIK JUMPUT DOSEN PLB

Anak autis pasca sekolah yaitu anak anak autis yg sudah dinyatakan lulus dari sekolah menengah atas, dan sehatusnya tidak bersekolah lagi di SLB. Anak autis tersebut berada dalam rentang usia 18- 24 tahun.
Pada kenyataannya anak anak tersebut masih disekolahkan ke SLB karena orang tuanya tidak dapat mengelola anaknya saat di rumah.

Solusi yang bisa dilakukan oleh orang tua dan sekolah yaitu membekali anak uatis pasca sekolah dengan ketrampilan yag bisa dikèrjakan di rumah dengan pendampingan orang tuanya.

Pelatihan ketrampilan yang dapat dikakukan oleh anak autis pasca sekolah yaitu pelatihan kewirausahaan batik jumput dengan bahan daur ulang.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kewirausahaan anak autis pasca sekokah pada guru dan orang tua anak. Setelah mengikuti pelatihan, para guru dapat melatih anak
Autis di sekolah sedangkan orang tua mendampingi anak anak autis saat di rumah.
Kelebihan dari pelatihan ini, yaitu 1) anak autis dapat melakukanya berulang ulang sesuai dengan mood, bahan tidak akan rusak walaupun ada jeda dalam penyelesaian prosesnya, 2) menggunakan pewarna yang aman terhadap kesehatan , namun demikian dalam proses pewwrnaan perlu ada pendampingan, 3) menģgunakan bahan daur ulang (kaos, taplak meja, mukena, dll) dari bahan katun, sehingga ada efisiensi dalam penyediaan bahan.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh PNBP Universitas Negeri Malang. Dilaksanakan pada tanggal 8, 9 dan 10 Agustus 2019, diikuti oleh 13 guru SLB Autis, dan 12 orang tua siswa anak autis. Materi yang disajikan yaitu 1). Kewirausahaan, 2) batik jumput bahan daur ulang, 3) kewirausahaan batik jumput bahan daur ulang untuk anak autis pasca sekolah. Narasumber kegiatan yaitu personil dari galeri batik Sundari.