KKL atau Kuliah kerja lapangan merupakan sebuah kegiatan studi lapangan yang di desain sedemikian rupa untuk mahasiswa agar memperoleh pengalaman tidak hanya di kelas dalam teori namun juga memperoleh pengalaman dilapangan, seperti yang diungkapankan oleh bapak abdul huda di sela acara pelepasan keberangakatan KKL mengungkapkan “KKL adalah kegiatan menyinkronisasi antara teori saat kuliah dan keadaan di lapangan”.
Kegiatan KKL mahasiswa Pendidikan Luar Biasa yang berlangsung pada tanggal 4-8 maret 2018 dengan tujuan Jakarta Bandung Jogja (JABAJO) ini diikuti oleh 82 peserta. Tepat pada hari minggu tanggal 4 maret 2018 pukul 07.30 rombongan berangkat menuju jakarta dan tiba pada tanggal 5 maret 2018 pukul 08.00wib di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian A. Suasana KKL pada hari pertama berlangsung sangat hikmat terlebih lelah perjalanan selama perjalanan terbayar dengan kehadiran Ibu Poppy, beliau adalah Pimpinan Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus. Sambutan demi sambutan serta paparan materi sangat di sambut dengan antusias oleh seluruh mahasiswa KKL 2018. Terlebih adalah paparan materi tentang kebijakan pendidikan khusus yang langsung dipaparkan oleh ibu Dirjen PKLK. Prof effendi selaku ketua jurusan PLB UM juga mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar2nya seperti yang dikutip dalam sambutannya “kami tidak menyangka dan mengapresiasi bahwa ibu dirjen menyempatkan untuk hadir ditengah2 kami” ungkapnya. Setelah kegiatan di jakarta rombongan melanjutkan kembali perjalanan ke Bandung dengan dua tujuan yaitu SLBN Cicendo dan Universitas Pendidikan Indonesia(UPI). Setiba di bandung rombongan menuju ke lokasi yang pertama yaitu SLBN Cicendo. Alasan panitia KKL 2018 memilih SLB tersebut bukan tanpa dasar, SLBN Cicendo memiliki nilai histori tersendiri bagi dunia pendidikan khusus/pendidikan luar biasa di Indonesia, dikarenakan SLB itu sudah berdiri sejak jaman kolonial belanda. Hingga saat ini bangunan dengan desain ciri bangunan dari negeri tulip itu masih asli dan masuk dalam cagar budaya. Pada pukul 11.00 rombongan bertolak menuju UPI. Sama halnya dengan SLBN Cicendo panitia memilih Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dikarenakan histori dari perjlanan perkembangan pendidikan khusus/pendidikan luar biasa di Indonesia karena disinilah awal mula muncul sekolah guru pendidikan luar biasa (SGPLB) pada tahun 1952. Dapat disimpulkan bahwa bandung merupakan sebuah kota yang memiliki nilai sejarah yang cukup banyak dalam perkembangan dunia pendidika khusus/pendidikan luar biasa di Indonesia.
Pada hari ketiga rombongan tiba di jogjakarta dan pada tujuan pertama adalah SLBN 1 Bantul. Sambutan langsung Bapak Hanafi Effendi, S.Pd beliau selaku Kepala Sekolah SLBN 1 Bantul. Dalam paparannya beliau mengatakan bahwa keunikan dan keunggulan di SLBN 1 Bantul adalah Sistem Manajamen Sekolah dan kelengkapan Sarana Prasana sekolah, “disini ada lima jurusan sekaligus (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis) dan fasilitas pendukung insyaallah sudah lengkap”, tidak hanya itu dengan candaan ” tanahnya luas hampir 2,5 hektar atau 3 hektar kurang sedikit silahkan nanti di eksplor dan lihat sendiri” imbuhnya. Selain itu keunikan SLBN 1 Bantul juga di ungkapkan oleh bapak abdul huda di sela sambutannya “yang terlihat menakjubkan adalah sekolah ini memiliki ketua jurusan masing-masing”. Setelah rangkaian kegiatan selesai di SLBN 1 Bantul rombongan KKL 2018 melanjutkan perjalanan menuju SLB Hellen Keller Indonesia (HKI) yang berjarak 500 meter dari lokasi SLBN 1 Bantul. Di SLB HKI ini mereka mendapatkan bagaimana pola pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus dengan 2 ketunaan (tunaganda) yaitu tunanetra/hambatan pengelihatan dengan tunarungu/hambatan pendengaran. Setelah rangkaian kegiatan inti KKL 2018 ini telah selesai dilaksanakan pada hari keempat rombongan menikmati wisata budaya di yogyakarta yaitu dengan menyempatkan untuk singgah di candi Prambanan sebelum bertolak untuk perjalanan kembali menuju kota malang. Banyak ilmu, pengalaman, dan kesan pada seluruh rangkaian kegiatan KKL 2018 Ilmu tidak hanya ada di buku, ilmu tidak hanya ada pada guru, namun ilmu juga akan ditemukan di hadapan mata, Sukses KKL 2018.