ICSAR 7th 2017 (International Conference on Special Education in Southeast Asia Region)

International Conference on Special Education in Southeast Asia Region atau disingkat ICSAR adalah seminar internasional yang merupakan even tahunan dan telah sampai pada seri yang ketujuh. ICSAR ini pada awalnya merupakan kegiatan yang digagas dari dua universitas ternama antar negara Indonesia dan Malaysia, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahun 2011. Namun pada tahun berikutnya terus bertambah dari berbagai universitas dan instansi serta berbagai negara yang berlatarbelakang pendidikan luar biasa dan pendidikan khusus dalam bahasa Indonesia atau pendidikan khas dalam bahasa Melayu.

Bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) pada tanggal 21 Januari 2017, Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan seminar internasional yang ke 7 (tujuh) ini. Dengan mengusung tema “reoreientation of special education in improving self-help oh children with special needs” ICSAR ke-7 mampu menarik perhatian para akademisi dan praktisi dari berbagai instansi yang bergerak di bidang pendidikan luar biasa bahkan hadir juga dari instansi yang tidak bergerak dibidang pendidikan luar biasa namun mempunyai perhatian terhadap pendidikan luar biasa.

Pemateri yang hadir pada acara ini terdiri dari berbagai universitas terkemuka dari beberapa negara yaitu Prof. Madya Dr. Mohd. Hanafi bin Mohd. Yassin, dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Dr. Yasmin Binti Hussain, dari SEAMEO-SEN (South Asean Minister Education Organization Regional Center for Special Education), Dr. Djadja Rahardja, M.Ed., dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., dari Universitas Negeri Malang.

Peserta yang hadir pada ICSAR ke-7 ini terdata lebih dari 400 orang dan menghasilkan karya tulis berupa artikel lebih dari 150 judul yang dimuat didalam prosiding dan jurnal. Tujuan dari pelaksanaan ICSAR, sebagaimana yang disampaikan oleh Koordinator ICSAR ke-7 adalah untuk menggali pemikiran dari berbagai akademisi khususnya mahasiswa, dosen, dan civitas akademika dikedua negara yaitu Malaysia dan Indonesia khususnya tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Seminar internasional ini berlangsung sangat meriah sekali, disela – sela acara peserta bisa menikmati live music yang ditampilkan oleh Icon Jurusan PLB yaitu Special Band (Sped Band), dan  juga ada penampilan dari mahasiswa PLB yang membawakan tari tradisional dan seni bahasa isyarat. Jamuan yang disajikan oleh panitia pun juga bercirikan tradisional khas Malang, mulai dari bakso dan Putu Lanang Malang yang sudah melegenda. Sambil menikmati sajian yang dihidangkan peserta bisa mengunjungi stand pameran akademik dan kewirausahaan yang dikelola oleh mahasiswa jurusan PLB.

Terselenggaranya seminar internasional ICSAR ke-7 ini, diharapkan mampu membangun dan meningkatkan kerjasama antar lembaga bahkan antar negara dan mampu memunculkan ide-ide baru serta diskusi ilmiah dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Secara tidak langsung juga memberikan bukti bahwa Universitas Negeri Malang merupakan universitas yang sudah berstandar internasional. (MIS)